Rabu, 06 Juni 2012

Routing Information Protocol ( RIP )

Halo Gan ,,, setelah lama gw gk ngeposting informasi tentang dunia TI ,, kali ini gw akan mencoba memberikan sedikit informasi tentang Routing Information Protocol (RIP).
tanpa kebanyakan intro langsung saja kita masuk dalam pembahasan :

RIP adalah routing vektor jarak-protokol, yang mempekerjakan hop sebagai metrik routing. Palka down time adalah 180 detik. RIP mencegah routing loop dengan menerapkan batasan pada jumlah hop diperbolehkan dalam path dari sumber ke tempat tujuan. Jumlah maksimum hop diperbolehkan untuk RIP adalah 15. Batas hop ini, bagaimanapun, juga membatasi ukuran jaringan yang dapat mendukung RIP. Sebuah hop 16 adalah dianggap jarak yang tak terbatas dan digunakan untuk mencela tidak dapat diakses, bisa dioperasi, atau rute yang tidak diinginkan dalam proses seleksi.
Awalnya setiap router RIP mentransmisikan / menyebarkan pembaruan(update) penuh setiap 30 detik. Pada awal penyebaran, tabel routing cukup kecil bahwa lalu lintas tidak signifikan. Seperti jaringan tumbuh dalam ukuran, bagaimanapun, itu menjadi nyata mungkin ada lalu lintas besar-besaran meledak setiap 30 detik, bahkan jika router sudah diinisialisasi secara acak kali. Diperkirakan, sebagai akibat dari inisialisasi acak, routing update akan menyebar dalam waktu, tetapi ini tidak benar dalam praktiknya. Sally Floyd dan Van Jacobson menunjukkan pada tahun 1994 bahwa, tanpa sedikit pengacakan dari update timer, penghitung waktu disinkronkan sepanjang waktu dan mengirimkan update pada waktu yang sama. Implementasi RIP modern disengaja memperkenalkan variasi ke update timer interval dari setiap router.
RIP mengimplementasikan split horizon, rute holddown keracunan dan mekanisme untuk mencegah informasi routing yang tidak benar dari yang disebarkan. Ini adalah beberapa fitur stabilitas RIP.
Dalam kebanyakan lingkungan jaringan saat ini, RIP bukanlah pilihan yang lebih disukai untuk routing sebagai waktu untuk menyatu dan skalabilitas miskin dibandingkan dengan EIGRP, OSPF, atau IS-IS (dua terakhir yang link-state routing protocol), dan batas hop parah membatasi ukuran jaringan itu dapat digunakan in Namun, mudah untuk mengkonfigurasi, karena RIP tidak memerlukan parameter pada sebuah router dalam protokol lain oposisi. RIP dilaksanakan di atas User Datagram Protocol sebagai protokol transport. Ini adalah menugaskan dilindungi undang-undang nomor port 520.
Karakteristik dari RIP:

* Distance vector routing protocol
* Hop count sebagi metric untuk memilih rute
* Maximum hop count 15, hop ke 16 dianggap unreachable
* Secara default routing update 30 detik sekali
* RIPv1 (classfull routing protocol) tidak mengirimkan subnet mask pada update
* RIPv2 (classless routing protocol) mengirimkan subnet mask pada update

Rabu, 09 Mei 2012

Basic Static Route

Hai gan ,, kali ini gw akan membahas tentang static route ,,,, langsung saja kita masuk dalam pemabahasannya .


Suatu static route akan berfungsi sempurna jika routing table berisi suatu route untuk setiap jaringan didalam internetwork yang mana dikonfigure secara manual oleh administrator jaringan. Setiap host pada jaringan harus dikonfigure untuk mengarah kepada default route atau default gateway agar cocok dengan IP address dari interface local router, dimana router memeriksa routing table dan menentukan route yang mana digunakan untuk meneruskan paket.
Konsep dasar dari routing adalah bahwa router meneruskan IP paket berdasarkan pada IP address tujuan yang ada dalam header IP paket. Dia mencocokkan IP address tujuan dengan routing table dengan harapan menemukan kecocokan entry – suatu entry yang menyatakan kepada router kemana paket selanjutnya harus diteruskan. Jika tidak ada kecocokan entry yang ada dalam routing table, dan tidak ada default route, maka router tersebut akan membuang paket tersebut. Untuk itu adalah sangat penting untuk mempunyai isian routing table yang tepat dan benar.
Static route terdiri dari command-command konfigurasi sendiri-sendiri untuk setiap route kepada router. sebuah router hanya akan meneruskan paket hanya kepada subnet-subnet yang ada pada routing table. Sebuah router selalu mengetahui route yang bersentuhan langsung kepada nya – keluar interface dari router yang mempunyai status “up and up” pada line interface dan protocolnya. Dengan menambahkan static route, sebuah router dapat diberitahukan kemana harus meneruskan paket-paket kepada subnet-subnet yang tidak bersentuhan langsung kepadanya.

Rabu, 02 Mei 2012

Routing


Hay Gan ,, kali postingan gw kali ini akan membahas sedikit tentang Routing pada jaringan komputer. Tanpa panjang lebar langsung saja kita masuk dalam pembahasannya.


Router adalah alat yang dapat menghubungkan dua atau lebih jaringan komputer yang berbeda . Pada dasarnya router adalah sebuah alat pada jaringan komputer yang bekerja di network layer 3 pada lapisan OSI. Didalam router tersebut terjadi suatu proses yang disebut Routing.

Routing adalah proses untuk memilih jalur (path) yang harus dilalui oleh paket. Jalur yang baik tergantung pada beban jaringan, panjang datagram, type of service requested dan pola trafik. Pada umumnya skema routing hanya mempertimbangkan jalur terpendek (the shortest path).

Router merekomendasikan tentang jalur yang digunakan untuk melewatkan paket berdasarkan informasi yang terdapat pada Tabel Routing.

Informasi yang terdapat pada tabel routing dapat diperoleh secara static routing melalui perantara administrator dengan cara mengisi tabel routing secara manual ataupun secara dynamic routing menggunakan protokol routing, dimana setiap router yang berhubungan akan saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan memelihara tabel routing.

Tabel Routing pada umumnya berisi informasi tentang:

Rabu, 18 April 2012

Spanning Tree Protocol Mode Rapid-PVST

Halo gan ,,, kali ini gw bakal ngeposting tentang Spanning Tree Protocol (STP) Mode Rapid-PVST ,, langsung saja menuju ke pembahasannya.

STP Mode Rapid-PVST sebenarnya tidak memiliki perbedaan dalam hal pengertian dan fungsinya seperti pada STP yang saja berikan sebelumnya. perbedaannya hanya terletak pada penambahan comand pada CLI Switch Server . Selain itu jika menggunakan mode Rapid-PVST ini memiliki keuntungan yang lebih baik daripada STP mode biasa. kelebihannya adalah tidak terjadi Running Time Out (RTO) pada saat perpindahan jalur koneksi yang putus ke jalur yang lainnya. sehingga tidak memakan banyak waktu dalam hal pengiriman pesan saat terjadi pemutusan jalur.

langkah - langkah pengerjaan mode Rapid-PVST pun tidak jauh berbeda dengan konfigurasi STP yang telah saya berikan sebelumnya. berikut langkah-langkahnya :





1. Pertama konfigurai dasar meliputi hostname , Disable DNS lookup, mode password of class, password
    of  cisco for console connections, dan password of cisco for vty connections.

Selasa, 10 April 2012

Spanning Tree Protocol


Halo gan ,, postingan gw kali ini akan membahas tentang Spanning Tree Protocol. Untuk lebih jelasnya langsung saja kita simak penjelasan berikut ini .

Spanning Tree Protokol merupakan sebuah protokol yang berada di jaringan switch yang memungkinkan semua perangkat untuk berkomunikasi antara satu sama lain agar dapat mendeteksi dan mengelola redundant link dalam jaringan. Ini adalah protokol anajemen link yang menyediakan redundansi sementara mencegah perulangan yang tidak iinginkan dalam jaringan.
Kelebihan STP :
-          Menghindari Trafic Bandwith yang tinggi dengan mesegmentasi jalur akses melalui switch

-          Menyediakan Backup / stand by path utk mencegah loop dan switch yang failed/gagal


-          Mencegah looping.
STP menggunakan 3 kriteria untuk meletakkan port pada status forwarding :
        STP memilih root switch. STP menempatkan semua port aktif pada root switch dalam status Forwarding.

        Semua switch non-root menentukan salah satu port-nya sebagai port yang memiliki ongkos (cost) paling kecil untuk mencapai root switch. Port tersebut yang kemudian disebut sebagai root port (RP) switch tersebut akan ditempatkan pada status forwarding oleh STP.

        Dalam satu segment Ethernet yang sama mungkin saja ter-attach lebih dari satu switch.
Diantara switch-switch tersebut, switch dengan cost paling sedikit untuk mencapai root switch disebut designated bridge, port milik designated bridge yang terhubung dengan segment tadi dinamakan designated port (DP). Designated port juga berada dalam status forwarding.
Semua port/interface selain port/interface diatas berada dalam status Blocking.
Selanjutnya seperti biasa saya akan memberikan simulasi pembuatan Spanning Tree . berikut skema yang akan saya buat :

Langkah – langkah :
  • Pertama ambil 4 buah PC dan 3 buah Switch (2960). Masukkan IP pada masing-masing komputer sesuai tabel di berikut : 
     
     


·         Selanjutnya hubungkan semua komponen sesuai dengan skema diatas :



  • Setelah itu Konfigurasi Switch1, Switch2 dan Switch3. Klik Switch – CLI – Lalu masukkan Comand seperti dibawah ini :

Switch>enable
Switch#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#hostname S1
S1(config)#enable secret class
S1(config)#no ip domain-lookup
S1(config)#line console 0
S1(config-line)#password cisco
S1(config-line)#login
S1(config-line)#line vty 0 15
S1(config-line)#password cisco
S1(config-line)#login
S1(config-line)#end
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
S1#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
* Lakukan hal yang sama pada Switch 2 dan 3.
·         Kemudian kita restart semua interface yang ada di Switch1, Switch2 dan Switch3 dengan menuliskan command berikut pada CLI masing – masing Switch :
S1(config)#interface range fa0/1-24
S1(config-if-range)#shutdown
S1(config-if-range)#interface range gi0/1-2
S1(config-if-range)#shutdown               
ulangi cara tersebut untuk Switch 2 dan Switch 3.

  • Kemudian , Ubah mode pada Switch1 (fa0/3) dan Switch2 ( fa0/6, fa0/11, fa0/18 ) menjadi Mode Access. Caranya : Klik Switch – CLI – Lalu ketikan comand berikut :
    Untuk Switch 1 :
  S1(config)#interface fa0/3
  S1(config-if)#switchport mode access
  S1(config-if)#no shutdown            
            Untuk Switch 2 :     

            S2(config) #interface range fa0/6, fa0/11, fa0/18

            S2(config-if-range) #switchport mode access

            S2(config-if-range) #no shutdown 

·         Selanjutnya ubah Mode pada Switch1, Switch2 dan Switch3 menjadi Mode Trunk. Klik Switch – CLI – lalu ketikan syntax seperti dibawah ini.
Untuk Switch1 :
S1(config-if-range)#interface range fa0/1, fa0/2
S1(config-if-range)#switchport mode trunk
S1(config-if-range)#no shutdown
Untuk Switch2 :
S2(config-if-range)#interface range fa0/1, fa0/2
S2(config-if-range)#switchport mode trunk
S2(config-if-range)#no shutdown
Untuk Switch3 :
S3(config-if-range)#interface range fa0/1, fa0/2
S3(config-if-range)#switchport mode trunk

S3 (config-if-range) #no shutdown

·         Yang Terakhir Test koneksi.

1.      Kirim Paket data dari PC4 ke PC1. jika settingan STP benar paket akan melewati Switch1 > Switch 2 > PC1.
2.      Kirim Paket data dari PC4 ke PC1 tapi putus kabel antara Switch1 dan Switch2.
Jika Paket melewati Switch1 > Switch0 > Switch2 > PC1 maka STP yang anda buat bekerja dengan benar.

Sekian penjelasan yang dapat saya sampaikan semoga dapat berguna bagi para pembaca. Sekian dan terima kasih.


Rabu, 04 April 2012

VLAN Trunking Protokol ( VTP )


Hay guys ,,, postingan gw kali ini akan membahas tentang VLAN Trunking Protokol ( VTP ). Tanpa panjang lebar kita langsung saja kita pahami terlebih dahulu tentang pengertian dari VTP itu sendiri.

            VTP adalah suatu metoda dalam hubungan jaringan LAN dengan ethernet untuk menyambungkan komunikasi dengan menggunakan informasi VLAN, khususnya ke VLAN. VLAN Trunking Protocol (VTP) merupakan fitur Layer 2 yang terdapat pada jajaran
switch Cisco Catalyst, yang sangat berguna terutama dalam lingkungan switch skala besar
yang meliputi beberapa Virtual Local Area Network (VLAN).

Tujuan mengonfigurasi VLAN tagging adalah agar traffic dari beberapa VLAN dapat melewati trunk link yang digunakan untuk menghubungkan antar-switch. Meskipun hal ini merupakan hal yang baik dalam lingkungan yang besar, VLAN tagging tidak melakukan apa-apa untuk mempermudah pengonfigurasian VLAN pada beberapa switch. Di sinilah VTP mengambil bagian.
Ø      Keuntungan-keuntungan Penggunaan VTP
  • konfigurasi VLAN konsisten untuk seluruh network.
  • Penjaluran dan pengawasan VLAN-VLAN dapat dilakukan dengan tepat.
  • Pelaporan penambahan VLAN dalam network bersifat dinamis
  • Konfigurasi trunk pada saat penambahan VLAN bersifat dinamis
Terdapat beberapa komponen kunci yang Anda perlu pahami untuk belajar VTP, antara lain : VTP domain, VTP advertisements, VTP mode, VTP server, VTP client, VTP transparent, dan VTP pruning.
  1. VTP Domain
Terdiri dari satu atau lebih switch yang saling berhubungan. Semua switch dalam satu domain saling berbagi konfigurasi VLAN menggunakan VTP advertisement. Router atau Switch layer 3 memberikan batasan-batasan untuk setiap domain.
  1. VTP Advertisements
VTP menggunakan advertisements untuk mendistribusikan dan mensinkronisasi konfigurasi VLAN di dalam network.
  1. VTP Modes
sebuah switch dapat dikonfigurasi dalam tiga pilihan mode, yaitu: server, client, atau transparent.
  1. VTP Server
VTP server mengatur dan melayani informasi VLAN dalam sebuah domain VTP kepada switch-switch yang lain (mode client). VTP Server menyimpan informasi VLAN untuk seluruh domain dalam NVRAM. VTP Server dapat membuat VLAN, menghapusnya atau menamainya untuk seluruh anggota domain.
  1. VTP Client
VTP Client berfungsi serupa dengan VTP server. Hanya saja, VTP client tidak dapat membuat VLAN, mengubahnya atau pun menamainya. VTP client menyimpan informasi VLAN selama switch dihidupkan.
  1. VTP Transparent
Switch denganmode transparent hanya meneruskan VTP advertisement ke VTP client dan VTP server. Ia tidak ikut berpartisipasi dalam VTP, tetapi berdiri sendiri. Dapat membuat VLAN, menghapusnya atau menamainya untuk dirinya sendiri.
  1. VTP Pruning
VTP pruning meningkatkan kinerja jaringan dengan membatasi banyaknya traffic yang mencari suatu device melalui link trunk. Tanpa VTP pruning, sebuah switch bisa menyebarkan broadcast, multicast, and unicast traffic kepada semua link trunk di dalam domain VTP meskipun switch yang menerimanya akan menghentikannya.
Selanjutnya seperti biasa saya akan memberikan sebuah contoh simulasi VTP dengan menggunakan Cisco Packet Tracer. Berikut skema Simulasi VTP yang akan saya buat :

Rabu, 28 Maret 2012

Membuat Vlan Dengan Menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer


Kali ini postingan gue akan membahas sedikit tentang cara membuat Vlan ( Virtual Local Area Network) dengan menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer. Di postingan sebelumnya saya sudah memberikan informasi tentang pengertian dan cara penggunaan aplikasi Cisco Packet Tracer , maka kali ini saya akan memberikan informasi tentang apa sich Vlan itu ?? dan bagaimana cara pembuatannya ?? ,,, untuk itu ada baiknya perhatikan terlebih dahulu tentang pengertian Vlan .

VLAN (Virtual LAN) adalah suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN , hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan.
Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel karena dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi, tanpa bergantung lokasi workstations.
VLAN diciptakan untuk menyediakan layanan segmentasi secara tradisional. VLAN menangani masalah-masalah seperti skalabilitas, keamanan, dan manajemen jaringan.

KEGUNAAN VLAN:
  1. Menimalisir kemungkinan terjadinya konflik IP yang terlalu banyak.
  2. Mencegah terjadinya collision domain (tabrakan domain).
Kesimpulannya, VLAN membuat kita dapat mengontrol pola lalu lintas dan bereaksi cepat untuk relokasi. VLAN memberikan fleksibilitas untuk beradaptasi dengan perubahan dalam persyaratan jaringan dan memungkinkan untuk administrasi disederhanakan.
Selanjutnya saya akan memberikan contoh pembuatan Vlan dengan menggunakan Cisco Packet Tracer. Berikut Skema Vlan yang akan saya buat :